Text
Kebijakan UEFA Terhadap Rasisme pada Sepakbola Eropa Melalui Fare di Italia dan Perancis
Rasisme adalah kepercayaan pada ras, agama, dan superioritas suku Rasisme paling sering
terjadi dalam bentuk kata-kata yang menghina dan mungkin tindakan yang merugikan orang lain.
Rasisme di sepakbola eropa khususnya di Perancis dan Italia sendiri telah memakan 150 data laporan
ke UEFA yang dimana kasus terbesar adalah diskriminasi terhadap ras di angka 66 %, dan diikuti oleh
orientasi seksual 16,1 % kemudian agama di angka 14,9 %. Ini telah berlangsung selama berabad
abad, termasuk rasisme terhadap Yahudi (anti-Semitisme) dan komunitas Roma. Dalam beberapa
tahun terakhir, rasisme melawan Islamofobia dan diskriminasi terhadap Muslim. Kampanye "No to
Racism" ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya melawan rasisme,
diskriminasi dan intoleransi dalam sepak bola Eropa, kemudian kampanye "No to Racism" juga dapat
diharapkan membentuknya ide-ide dan strategi dalam melawan rasisme yang terjadi di Eropa. Setiap
pertandingan domestik maupun internasional, kapten akan menggunakan ban lengan "No to Racism",
pemutaran video pesan anti-rasisme melalui billboard di dalam stadion, dan pembentangan spanduk
anti-diskriminasi dan anti-rasisme yang bertulis "No to Racism" yang ditampilkan saat pertandingan
(UEFA, 2014). Kemudian selain memiliki program kampanye "No to Racism", Football Agains
Racism in Eropa (FARE) juga memiliki program bernama FARE Action Weeks, program ini
merupakan kampanye besar sebagai perlawanan segala bentuk rasisme dan diskriminasi di seluruh
Eropa. FARE Action Weeks juga menyoroti resolusi anti-rasisme yang diadopsi pada kongres UEFA
ke 37 di London, pada mei 2013, ketika anggota asosiasi nasional UEFA berjanji untuk meningkatkan
upaya mereka untuk menghilangkan rasisme dari sepak bola dan kemudian menjatuhkan sanksi yang
lebih ketat pada pelaku rasisme. Resolusi tersebut berisi, pertama mendorong wasit untuk
menghentikan, menunda dan meninggalkan permainan jika terjadi insiden rasisme dalam sepak bola.
Kedua penerapan penangguhan kepada pemain atau Official tim yang melakukan tindakan rasisme,
dengan skorsing sepuluh pertandingan.
Kata Kunci: Rasisme, Anti-Semitisme, Islamofobia
Tidak tersedia versi lain