Text
Dampak Kerjasama Indonesia - Jepang Melalui Penanaman Modal Asing dalam Pengembangan Infrastruktur Transportasi Umum Studi Kasus: Mass Rapid Transit Jakarta
Transportasi adalah urat nadi pembangunan suatu negara dalam rangka memperlancar arus
mobilitas masyarakat, logistik dan informasi. Adanya transportasi juga mendukung tercapainya lokasi
sumber daya ekonomi yang optimal. Lajunya tingkat mobilitas tidak bisa dilepaskan dari peran
penting sarana infrastruktur. Melalui Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia, Jepang telah
menyumbangkan modalnya untuk berinvestasi di Indonesia, hal ini merupakan bentuk yang diminati
dan diharapkan oleh para investor untuk tumbuh dan berkembang. Metode yang digunakan adalah
deskripsi kualitatif dan pengumpulan data dari berbagai sumber bibliografi. Dampak kerjasama
Indonesia melalui PMA dalam pengembangan infrastruktur transportasi umum dapat dilihat dengan
adanya proyek MRT yang dilaksanakan di provinsi Jakarta dengan Progres keseluruhan tahap pertama
adalah 76,0% pada Agustus 2017; dijadwalkan akan dibuka untuk umum pada Maret 2019. Setelah
selesai, fase pertama jalur Utara-Selatan (15,7 km; 13,4% dari total panjang MRT) akan memiliki
kapasitas untuk mengangkut sekitar 433.000 penumpang per hari (18,0% dari total penumpang) dan
mengurangi waktu tempuh secara signifikan menjadi 30 menit.
Kata Kunci: Transportasi, Penanaman Modal Asing, Dampak kerjasama, Pengembangan
Tidak tersedia versi lain