Text
Kebijakan Pemerintah jepang Dalam Mengatasi Penurunan Angka Produktivitas pada Penduduk Jepang (2017-2022)
Jepang saat ini sedang mengalami krisis demografi dikarenakan menurunnya angka kelahiran.
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan angka kelahiran di Jepang antara lain adalah
menurunnya angka pernikahan, peningkatan usia rata-rata mereka yang menikah, beban ekonomi, dan
juga beban pengasuhan anak yang mengacu kepada gender. Oleh karena itu penulis menggunakan
konsep gender pada penulisa karya ilmiah ini. Kenaikan jumlah kelahiran tidak sebanding dengan
jumlah kematian penduduknya, hal ini lah yang menyebabkan jepang mengalami resesi penduduk
yang terus menerus turun dari tahun ketahun. Pemerintahan Jepang telah mencoba untuk mengatasi
masalah ini selama tiga dekade seperti membantu para keluarga dengan bantuan dana, memberikan
support kepada orang tua yang bekerja dengan memberikan bermacam-macam cuti kerja hingga
membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja asing guna untuk menaikkan angka tenaga kerja
produktivitas, namun upaya tersebut tidak berhasil sepenuhnya berhasil. Terlepas dari semua kebijakan
yang dilakukan oleh pemerintah Jepang untuk menaikkan angka kelahiran dan angka produktivitas,
sedikitnya partisipasi masyarakat juga turut membuat turunnya angka kelahiran. Kesulitan dalam
menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga adalah faktor penting lainnya. Karya
ilmiah ini menggunakan teori modernisasi dimana masyarakat berkembang dari waktu ke waktu, dari
kuno ke modern. Pemerintah Jepang dalam membuat kebijakan untuk mengatasi masalah penurunan
angka produktivitas menggunakan kebijakan publik, sehingga penulis juga menggunakan konsep
kebijakan publik untuk menganalisa kebijakan yang dibuat dan di terapkan oleh pemerintah Jepang.
Kata Kunci: Penduduk, Shoushika, Kebijakan, Jepang, Produktivitas
Tidak tersedia versi lain