Text
Analisis Efektivitas Implementasi Cedaw Dalam Menangani Kasus Femisida Di Meksiko Pada Masa Pemerintahan Andres Manuel Lopez Obrador (2018 – 2023)
Di Amerika Latin, Meksiko merupakan salah satu negara yang memiliki kasus femisida atau kekerasan terhadap perempuan yang telah muncul sejak lama, bahkan sebelum negara Meksiko merdeka. Diketahui pula bahwa kasus femisida yang terjadi merupakan hasil dari konstruksi sosial masyarakat mengenai pembagian peran berdasarkan gender. Adanya perbedaan ini menghasilkan sifat superioritas pada laki-laki yang berakibat pada kesenjangan dalam praktik berpolitik, ekonomi, maupun sosial budaya. Hal tersebut menjadi landasan mengapa penulis tertarik untuk menganalisis mengenai kasus femisida di Meksiko.
Kasus femisida merupakan salah satu permasalahan yang belum dapat diselesaikan. Disebabkan oleh beberapa faktor, kasus femisida terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan menjadi mimpi buruk bagi setiap perempuan di Meksiko.
Menyikapi adanya pelaporan mengenai keresahan masyarakat, khususnya kaum perempuan, pemerintah Meksiko melakukan tindak lanjut dengan menerapkan sebuah kebijakan yang lebih memihak perempuan, yakni CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women). Dengan adanya penerapan kebijakan ini, diharapkan tingkat kasus femisida di Meksiko dapat menurun. Namun, pada kenyataannya, penerapan CEDAW sebagai sebuah mekanisme belum mampu mengurangi angka kasus femisida yang ada.
Penelitian ini mencoba menganalisis mengenai:
Mengapa kasus femisida mengalami peningkatan selama Presiden Manuel López Obrador menjabat?
Indikator apa saja yang menjadi penyebabnya?
Apa saja kebijakan pemerintah dalam menangani kasus femisida yang marak terjadi?
Bagaimana efektivitas dari kebijakan yang sudah dilakukan untuk mengatasi kasus femisida tersebut?
Kata kunci: Femisida, CEDAW, Meksiko
Tidak tersedia versi lain