Text
Hubungan Fear of Missing Out (FoMO) dengan Kecenderungan Nomophobia pada Siswa di SMKS Budi Agung
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan Fear Of Missing Out dan Kecendrungan
nomophobia pada siswa/i kls XI SMKS Budi Agung. Subjek dalam penelitian ini adalah pada
siswa/i kls XI SMKS Budi Agug yang berjumlah 110 dengan N10% 78 siswa/i. Teknik
pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data
menggunakan skala Likert yang terdiri dari dua skala, yaitu skala fear of missing out dan
kecendrungan nomophobia. Metode analisa data yang digunakan adalah metode korelasi
($\text{r}_{\text{xy}}$) sebesar 0,912 dengan sig $0,000 < 0,05$, artinya terdapat hubungan
positif yang sangat signifikan antara fear of missing out siswa/i, yang menunjukkan semakin
tinggi fear of missing out maka semakin tinggi kecendrungan nomophobia. Sebaliknya,
semakin rendah fear of missing out maka semakin rendah kecendrungan noophobia. Fear of
missing out dalam penelitian ini tinggi, karena mean empiric (163,96) lebih besar dari mean
hipotetik (62,5) dan selisih diantara keduanya tidak melebihi bilangan SD (40,333). Dan
kecendrungan nomophobia, sebab mean empirik (146,65) lebih besar dari mean hipotetik (65)
dan selisih keduanya tidak melebihi bilangan SD (34,059). Fear of missing out memberikan
pengaruh terhadap kecendrungan nomophobia sebesar 72,8%. Ini berarti masih terdapat 27,2%
pengaruh dari faktor lain terhadap kecendrungan nomophobia.
Kata kunci : Fear Of Missing Out, Kecendrungan nomophobia.
Tidak tersedia versi lain